Image Source : Instagram
Sebuah fakta mengejutkan diungkapan oleh pengacara Harvey Moeis, Marcella Santoso. Saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Marcella mengaku telah menyewa jasa buzzer dengan biaya fantastis untuk membela kliennya.
Bukan tanpa alasan, Marcella sampai menyewa buzzer demi melawan narasi negatif di media sosial terkait kasus korupsi tata niaga timah yang menjerat Harvey Moeis. Wanita yang kini juga turut menjadi terdakwa kasus suap hakim itu mengungakpkan bahwa dirinya membayar buzzer senilai Rp597,5 juta per bulan.
"Pada akhirnya saya setuju menggunakan jasa Adhiya, yang akan memberikan pendapat yang menguntungkan, dengan harga yang disepakati selama satu bulan sebesar totalnya Rp 597.500.000," ujar jaksa, saat membacakan isi BAP Marcella.
Diakui Marcella, kliennya yaitu Harvey Moeis merasa sangat tertekan akibat serangan masif komentar negatif di berbagai platform medsos, seperti Instagram, TikTok, dan X (Twitter). Marcella meyakini bahwa ribuan komentar yang menyudutkan kliennya tidak murni berasal dari masyarakat, tetapi digerakkan oleh mesin atau robot.
"Kalau ada postingan negatif, kemudian yang komen bisa sampai 10.000, 7.000. Ya berarti, kan, itu ternyata enggak semuanya orang. Ada juga yang komputer, ada juga buzzer," kata Marcella.
Sementara itu, sosok penyedia buzzer yang dipakai Marcella akan diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Meski begitu, sosok Aditya yang disebut sebagai bos buzzer itu kabarnya pernah diduga terlibat dalam upaya merintangi pengusutan kasus-kasus korupsi yang sedang ditangani Jampidsus Kejagung. (ND)