Image Source : Instagram
Nama Dwi Sesatyaningtyas beberapa waktu belakangan tengah menjadi sorotan usai mengunggah video yang membanggakan bahwa putra keduanya telah mendapat kewarganegaraan Inggris. Video tersebut viral dan lantas menuai beragam komentar warganet. Kritikan pun diterima Dwi lantaran diketahui bahwa dirinya adalah alumi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Di tengah pembahasan soal alumni penerima LPDP yang melanggar pengabdian, Tasya Kamila muncul dengan mengunggah laporan kontribusinya bagi Indonesia. Sebagai informasi, mantan artis cilik itu juga merupakan alumni penerima beasiswa (LPDP). Dalam Instagram miliknya, Tasya membagikan perjalanan sebagai awardee LPDP S2 di Columbia University Amerika Serikat.
"Izin laporan, boss! Terima kasih @lpdp_ri atas kepercayaan. Alhamdullilah telah selesai masa bakti. Bismillah, jangan lelah mencintai negeri. Kita semua punya tempat untuk berkontribusi," tulis Tasya Kamila.
Lewat unggahannya tersebut, Tasya juga mengungkapkan bahwa masyarakat berhak bertanya soal kontribusinya sebagai awardee LPDP. Menurutnya, sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, masyarakat pasti ingin tahu soal 'investasi' rakyat di APBN dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia menghasilkan output yang baik buat bangsa.
"Untuk itu, izinkan aku melaporkan apa saja yang sudah kulakukan selama periode masa bakti LPDP dalam berkontribusi pada bangsa," tulis Tasya.
Selain itu, Tasya juga mengungkapkan selama kuliah, dia aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB, yakni Sustainable Development Solutions Network - Youth, mewakili Pemuda Indonesia. Tasya juga berkontribusi dengan memanfaatkan sumber dari Columbia University untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ibu dua anak ini juga sempat magang di Kementerian ESDM untuk mempelajari lebih dalam soal kebijakan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Di akhir unggahannya, Tasya menuliskan bahwa LPDP tidak secara eksplisit menuliskan bentuk kontribusi untuk Indonesia selama masa bakti.
"Menurutku, LPDP percaya bahwa awardee-nya memiliki cara dan kapasitasnya masing-masing untuk berkontribusi," pungkasnya. (ND)