Image Source : Youtube.com/alvininlove
Belakangan ini sosok Pendeta Yerry cukup mencari perhatian. Kerap muncul di berbagai podcast hingga beberapa platform sosial media lainnya membuat nama Pendeta Yerry semakin dikenal. Tak hanya dicintai oleh umat Kristiani, Pendeta Yerry juga mendapatkan respect dari umat beragama lain. Hal ini lantara sang Pendeta sering kali bicara toleransi, tak pernah merendahkan keyakinan lain dan bahkan kerap menyanjung keyakinan orang lain.
Rupanya Pendeta Yerry memiliki alasan khusus mengapa dirinya memilih untuk menjadi vokal di sosial media.
"Orang-orang yang bijak dan intelek biasanya pasif di sosmed, akhirnya yang bangun narasi ini yang berisik. Sehingga kehidupan bersosial ini sangat berpengaruh di letupan-letupan di masyarakat itu menurutku. Sehingga mau engga mau harus ada orang yang berperan aktif, hadir di sosial media tidak hanya mengcounter tapi memberikan narasi tandingan bahwa cinta itu lebih baik dibandingkan curiga, misalnya kayak gitu," ujar Pendeta Yerry mengutip dari podcast Alvin in Love.
Adapun tujuan Pendeta Yerry untuk menjadi pemuka agama umat Kristiani adalah karena dirinya ingin menjadi bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Ia juga ingin menjadi perantara orang-orang dalam mencintai Tuhannya.
"Tujuan saya menjadi pendeta adalah untuk menjadi tools, orang boleh mengalami cinta Tuhan, yang kebetulan kebanyakan orang paling engga sampai saat ini memiliki bahasa cinta atau kasih yang adalah waktu sehingga yang dibutuhkan oleh saya bukan sekadar kata-kata yang bagus dan membangun aja tapi persentatif kehadiran saya bagi kehidupan seseorang sebagai kontribusi yang nyata," jelasnya.
Pendeta Yerry juga menyampaikan landasannya menjadi seorang Pendeta.
"Kalau saya mencintai Tuhan saya akan belajar untuk mencintai yang Tuhan cintai," pungkasnya.
(Dindi)