logo shopcumi
  • Lifestyle
  • 4 jam yang lalu

"Tolonglah, Kami Lagi Berjuang": dr. Ngabila Ungkap Infertilitas Bukan Salah Perempuan Semata

Image Source : youtube.com/cumicumi

































Pertanyaan itu datang dari mana saja. Mulai dari keluarga, kerabat dekat, hingga tetangga. "Kapan Punya Anak?". Ya, mungkin terasa ringan, dan datang dari niat yang baik. Namun terkadang, pertanyaan itu justru melahirkan keresahan tersendiri, bagi para pejuang garis dua. Alih-alih mencairkan suasana, pertanyaan tersebut kerap membuat para perjuang garis dua memilih bersembunyi. Terlebih lagi, jika pertanyaan itu harus datang di momen-momen besar, hari raya lebaran contohnya. Di hari yang penuh bahagia, mereka justru harus menerima tekanan-tekanan sosial. Padahal di balik layar, mereka sudah berjuang sepenuh tenaga. Hal itu pula, yang kini disorot oleh Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr. Ngabila Salama, dalam acara podcast Special Interview, di kanal Youtube Cumicumi.

 

"Tentu tekanan-tekanan sosial ya apalagi sudah ketemu lebaran. Nah, itu orang-orang teman-teman kita yang infertilitas kadang-kadang sudah rasanya udah pengin ngumpet itu. Hm. Iya kan? Tolonglah kami ini lagi berjuang gitu" ucap dr. Ngabila Salama

 

Mirisnya lagi, di budaya ketimuran seperti Indonesia, stigma hampir selalu jatuh kepada satu pihak, yakni perempuan. Padahal, fakta medis mengatakan hal yang berbeda. Dokter Ngabila menjelaskan, bila sejatinya, hal itu tidak sepenuhnya jatuh pada tanggung jawab wanita. Melainkan, kedua belah pihak memiliki tanggung jawab yang sama.

 

"50% penyebabnya kemungkinan wanita, 50% pria. Tapi di kultur kita yang ketimuran ini kadang-kadang kita langsung menstigma kepada perempuan" tegasnya.

 

Berdasarkan fakta tersebut, dr. Ngabila pun mengajak para pasangan suami-istri, untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan secara medis. Pasalnya, banyak faktor yang bisa saja memengaruhi kenyataan ini. Mulai dari potensi adanya masalah kesehatan, hingga obesitas.

 

"Oleh karena itu sebagai langkah kehati-hatian, saran saya di 6 bulan tersebut sudah melakukan konseling kepada dokter spesialis. Baik itu kandungan, minimal di USG saja dulu ya. jadi e ke dokter kandungan atau kalau laki-laki ada indikasi bisa juga ke spesialis andrologi nanti akan dilihat bagaimana permasalahan kesehatan, kualitas sperma, apakah dia juga ada obesitas, ada gangguan kesehatan, diabetes melitus atau penyakit-penyakit kronik yang kita bisa lihat sehingga tidak sampai menunggu 1 tahun" tutupnya



related articles
Bukan Tabu, Bukan Aib: dr. Ngabila dan Harapan untuk Pasangan yang Masih Berjuang

  • Lifestyle
  • 3 jam yang lalu
dr. Ngabila Salama Tegaskan Stop Stigma Kesehatan Mental: Sama Pentingnya dengan Kesehatan Fisik

  • Lifestyle
  • 2 hari yang lalu
Media Sosial dan Krisis Kesehatan Mental: dr. Ngabila Salama Ungkap Bahaya 'Self Diagnose' dan Solusi Layanan Pemerintah

  • Lifestyle
  • 2 hari yang lalu