Image Source : youtube.com/@SekretariatPresiden
Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan beberapa pesan penting kepada seluruh elemen Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), melalui pidato yang ia bacakan di upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Korps Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). Utamanya, terkait pentingnya penegakan hukum yang adil serta penguatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Prabowo dengan tegas menyampaikan, bahwa hukum di Indonesia harus melindungi rakyat kecil dan tidak boleh berpihak pada kelompok tertentu. Bagi Prabowo Subianto istilah "tajam ke bawah, tumpul ke atas" tidak boleh lagi terjadi di kenyataan. Selain itu, keadilan juga tidak boleh menjadi alat balas dendam politik maupun kriminalisasi terhadap pihak yang lemah.
"Hukum tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Hukum tidak boleh menjadi alat mereka-mereka yang punya uang. Hukum tidak boleh menjadi alat balas dendam politik. Hukum tidak boleh digunakan untuk kepentingan satu kelompok manapun. Tidak boleh ada kriminalisasi, tidak boleh ada penyalahgunaan wewenang, dan tidak boleh ada siapapun yang kebal terhadap hukum. Saya tekankan kembali. Rakyat paling lemah harus mendapat perlindungan. Masyarakat yang mencari kebenaran dan keadilan harus dilayani. Orang yang benar harus merasa aman. Orang yang bersalah harus bertanggung jawab atas perbuatannya." tegas Prabowo di hadapan ribuan personel Polri yang hadir dalam upacara tersebut (26/06/2026)

Tak hanya memberikan pesan dan peringatan, pidato yang dibacakan Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti sejumlah pencapaian Polri. Khususnya, dalam aspek penegakkan hukum, seperti keberhasilan membongkar ribuan kasus narkotika serta memberantas judi online bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kendati demikian, Presiden mengingatkan agar jajaran Polri tidak lengah dan cepat berpuas diri, mengingat tantangan seperti kemiskinan, korupsi, penyelundupan, hingga kejahatan siber masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi bangsa.
"Saya apresiasi keberhasilan Polri bersama lembaga-lembaga lain terus membongkar dan mengungkap ribuan kasus narkotika. Dan bersama Komdigi memberantas judi online, serta berhasil mempertahankan nol insiden terorisme dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Ini prestasi yang perlu kita hargai. Tetapi saya juga mengatakan dan mengingatkan jangan kita lengah. Jangan pernah cepat puas. Tantangan masih besar. Rakyat kita masih menderita kemiskinan. Dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal. Karena itu tantangan saudara, tantangan kita semua masih besar dan masih banyak" sambungnya
Presiden Prabowo juga menyinggung pentingnya menjaga demokrasi, dari upaya-upaya yang dapat merusaknya. Baik melalui kepentingan pemodal besar maupun pengaruh asing. Prabowo meminta Polri dapat berperan sebagai penjaga demokrasi yang dewasa, dan menjamin hak masyarakat untuk berpendapat secara damai sekaligus menjaga ketertiban umum.
"Polri harus menjadi penjaga demokrasi yang dewasa. Menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapatnya secara damai. Dan pada saat yang sama, menjaga agar hukum tetap tegak dan ketertiban tetap terpelihara" tambahnya lagi.
Pidato kemudian ditutup, dengan ucapan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo beserta jajarannya atas upaya reformasi organisasi dan peningkatan pelayanan publik, serta ucapan "Dirgahayu ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia."