logo shopcumi
  • Politik
  • 4 jam yang lalu

Warga dan Polres Jakpus Deklarasi "Tolak Permusuhan" Usai Bentrok Menteng

Image Source : instagram.com/polresmetrojakartapusat

































Aparat kepolisian bersama pemerintah setempat dan masyarakat tampaknya bergerak cepat, demi merajut kembali kerukunan, imbas insiden antarwarga yang terjadi pada hari Minggu (26/07/2026) silam di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Berakar dari inisiatif Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, telah berhasil digelar rapat koordinasi, yang melibatkan warga Pegangsaan, Camat Menteng, Lurah Pegangsaan, serta seluruh elemen masyarakat guna memperkuat persatuan dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Baca Juga: Pertemukan Hotman Paris dan Ketum PWI, Sufmi Dasco Bahas Persatuan Indonesia

Pertemuan warga itu diumumkan secara daring, lewat unggahan media sosial resmi, milik Polres Metro Jakarta Pusat, yang dibagikan pada hari Selasa (28/07/2026).

"Atas inisiatif Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold E.P. Hutagalung, warga Pegangsaan, Camat Menteng, Lurah Pegangsaan, serta seluruh elemen masyarakat berkumpul dalam rapat koordinasi untuk memperkuat persatuan" tertulis dalam kolom Caption.


Merespons situasi tersebut, seluruh pihak yang hadir dalam rapat koordinasi sepakat mendeklarasikan dengan lantang semangat 'Tolak Permusuhan'. Sebuah deklarasi, yang berisi komitmen bersama untuk menjaga kerukunan, mempererat tali silaturahmi antarwarga, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di lingkungan.

"Tolak permusuhan. Kami warga matraman kelurahan pegangsaan kecamatan menteng, selalu guyub dan cinta damai," demikian bunyi deklarasi warga.

Baca Juga: Memahami Makna "Londo Ireng" dalam Pidato Presiden Prabowo: Kritik terhadap Mentalitas Kolonial, Bukan Serangan kepada Pers

Warga juga menegaskan bahwa perdamaian dan persatuan harus dijunjung tinggi tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.

"Tak pandang suku dan agama. Mari jaga kampung kita, jaga jakarta," tegas mereka.

Diketahui sebelumnya, bentrokan tersebut diduga dipicu oleh keributan antara warga dengan pengendara motor yang menggunakan knalpot bising di dekat sebuah warung nasi uduk, yang kemudian merembet hingga menimbulkan kerusakan, satu korban tewas, dan satu orang kritis. Polda Metro Jaya bahkan telah menetapkan tujuh tersangka dalam dua perkara terpisah, yakni perusakan gerobak pedagang dan pengeroyokan yang menyebabkan kematian korban. 

related articles
Istana untuk Anak Sekolah Berlanjut, Kali Ini Giliran 204 Pelajar Jakarta

  • Politik
  • 5 menit yang lalu
BIGBANG Siap Gelar Konser Tur untuk Perayaan Ulang Tahun, Fix Mampir Jakarta

  • Seleb News
  • 1 minggu yang lalu
Viral! Kapolresta Denpasar Dituding Rampas HP Pria yang Ngaku Wartawan, Ini Faktanya

  • Politik
  • 2 minggu yang lalu