Image Source : cumicumi
Di tengah gelombang optimisme Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyambut kedatangan Joko Widodo di Rapat Koordinasi Daerah DPD PSI Kota Kupang, satu pertanyaan menarik disodorkan oleh tim Cumicumi kepada Ketua DPW PSI NTT, yang juga mengemban tanggung jawab sebagai Wali Kota Kupang, yakni dr. Christian Widodo. Yaitu, "Dengan modal politik sebesar ini, apakah ia akan melangkah lebih jauh ke kancah nasional?"
Jawabannya tak hanya sederhana, tetapi juga mengejutkan. Christian memilih tetap berada di Kupang.
"Saya inginnya di Kupang dulu tetap, ya," ujarnya kepada tim Cumicumi, kala ditemui sebelum acara Rakorda, Sabtu (01/08/2026).
Baca Juga: Kehadiran Jokowi Ubah Wajah NTT, 20 Triliun APBN Untuk Pembangunan Masif Infrastruktur
Christian menambahkan, dalam benaknya masih terbilang banyak pekerjaan yang sepatutnya ia lakukan di Kupang, sebelum berpikir untuk melenggang ke Senayan.
"Masih banyak pekerjaan yang belum selesai, ya, masih jauh dari sempurna. Jadi saya rasa masih banyak yang harus saya lakukan di sini," sambungnya.
Bagi Christian, prioritasnya saat ini bukan melompat ke Senayan, melainkan menuntaskan pekerjaan rumah di kota yang ia pimpin. Kepada Cumicumi, Christian menyebut tujuannya saat ini adalah memajukan Kota Kupang.
"Saya inginnya apa? Bagus dulu kotanya," katanya.
Ketika ditanyai soal berapa lama waktu yang dibutuhkan, Christian kembali memberi jawaban mencolok.
"Jadi 10 tahun lah, kalau bisa. Kalau Tuhan izin." Tegasnya
Baca Juga: Janji 2 Tahun Silam: Jokowi Kembali ke NTT, Tepati Komitmen Bantu Rumput Laut Lokal
Sikap ini terbilang menarik, mengingat catatan elektoral yang telah ditorehkannya bersama PSI di Kupang cukup mentereng. Di bawah kepemimpinannya, kursi PSI di parlemen daerah melonjak dari 1 kursi menjadi 6 kursi hanya dalam dua kali pemilu, peningkatan sebesar 600 persen, klaimnya.
Christian bahkan menargetkan lebih jauh untuk Pemilu 2029: 8 kursi DPRD Provinsi NTT, dengan capaian minimal satu kursi di setiap daerah pemilihan. Ia juga tak menutup kemungkinan PSI meraih 2 kursi DPR RI dari kedua dapil NTT.
"Kalau bisa, Tuhan izinkan masyarakat berkenan, saya inginnya juga dua kursi," ujarnya.
Namun ambisi elektoral itu, tegasnya, tak lantas membuatnya tergoda pindah panggung. Baginya, konsolidasi di tingkat lokal dan penyelesaian pembangunan Kota Kupang tetap menjadi prioritas utama sebelum mempertimbangkan langkah lebih besar.