Image Source : cumicumi
Eggi Sudjana, memberikan pandangan berbeda soal strategi yang ditempuh jaksa dalam kasus dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ketujuh RI, Joko Widodo. Dalam sebuah diskusi bersama Ricky Sitohang, Eggi menegaskan bahwa dirinya tidak berpihak ke jaksa maupun Jokowi, melainkan murni menilai fenomena ini dari sudut pandang strategi hukum.
Menurut Eggi, jaksa dalam kasus ini justru bermain taktik yang cerdas, berbeda dari anggapan publik yang selama ini kerap mencibir langkah-langkah jaksa dianggap lemah.
"Jaksanya cerdas, menurut saya, ya. Tadinya orang makai-makai 'gobl*k, jaksa begini, bobrok begini', ya. Buat mereka euforia, toh. Nah, euforia dia sekarang, dengan tanggal 6 sidang lagi, ke mana nih euforianya? Sepoi-sepoinya sudah habis," ujarnya.
Eggi menjelaskan, dari sisi ilmu hukum, langkah semacam ini bisa dikategorikan sebagai bagian dari strategi, taktik, hingga tipu daya yang lumrah dipakai dalam proses persidangan.
Baca Juga: Eggi Sudjana Tegaskan Kehadiran Jokowi Krusial di Sidang 6 Agustus: Kalau Tidak Hadir, Sudah Pasti Kalah
"Konteksnya dengan hukum, kaitannya dengan ini, adalah perang. Itu dalam ilmu hukum bisa dikategorikan strategi, taktik. Dan juga bisa tipu daya. Ini cara jaksa, dan menurut saya jaksanya cerdas" jelasnya.
Ia menilai, jaksa memahami betul celah yang bisa dimanfaatkan, termasuk membaca situasi di mana pihak lawan sempat larut dalam euforia usai diterimanya eksepsi, sebelum akhirnya kembali dihadapkan pada agenda sidang lanjutan.
"Dia tahu celahnya gimana, ya. Dia tahu juga sudah sangat euforia," tegasnya.
Eggi turut menegaskan bahwa pandangannya ini didasari pengalamannya sebagai advokat selama lebih dari 35 tahun, sehingga menurutnya ia cukup memahami pola-pola strategi semacam ini dalam praktik hukum.
"Jadi, ingat,
ya, bukan saya terus berpihak ke jaksa atau ke Jokowi. Saya membaca fenomena
yang terjadi ini, cara jaksa berstrategi taktik," pungkasnya.