Image Source : cumicumi
Kuasa hukum Roy menyampaikan harapan sekaligus doa agar hakim tunggal praperadilan keempat ini berani mengambil putusan tegas, sebagaimana putusan yang pernah diambil dalam praperadilan pertama.
"Kita memang hanya bisa berharap dan juga memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Subhanahu wa Ta'ala, berikanlah hidayah kepada hakim tunggal praperadilan ini, yaitu Pak Ketut Darpawan agar berani memutuskan seperti sebagaimana putusan praperadilan yang pertama. Itu beliau berani, kita salut," ujarnya.
Ia menyinggung agar hakim tunggal kali ini tidak mengambil sikap seperti pada praperadilan kedua, yang menurutnya sempat "cari timing" dalam memutus perkara, maupun praperadilan ketiga yang disebutnya "kurang pihak".
"Tapi jangan kemudian cari seperti perpulan yang kedua eh cari timing kemudian peraturan ketiga kurang pihak dan lain sebagainya" sambungnya
Dalam kesempatan itu juga, Roy Suryo melontarkan sindiran keras kepada pihak kejaksaan dan kepolisian. Ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ia menyebut sikap termohon dan turut termohon yang tidak menghadirkan saksi maupun ahli dalam persidangan sebagai bentuk ketidakdewasaan.
"Apa yang dilakukan oleh kejaksaan dan juga oleh kepolisian ini menunjukkan bahwa mereka itu adalah berperilaku tidak dewasa. Kenapa tidak berani menghadapi ini dengan menghadirkan saksi dan juga ahli?" ujar Roy Suryo kepada awak media (20/08/2026).
Roy Suryo bahkan membuat analogi antara sikap tersebut dengan perilaku anak-anak yang hanya bisa bermain, khususnya bermain karet.
"Kalau anak-anak, itu bisanya hanya bermain. Bermain apa misalnya? Mainan karet. Siapa anak-anak yang mainan karet? Yaitu anak-anak yang tidak pernah dewasa... jadi wawancara sambil mainan karet," katanya sambil disambut tawa.