Image Source : Antara
Belum lama ini pemerintah mengumumkana bahwa akan wacana soal pembelajaran siswa secara online atau dalam jaringan (daring) di tengah krisis global. Namun wacana itu lantas menuai beragam respon dari warganet.
Menyusul respon dari masyarakat, akhirnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam arahan internal kepada kedeputian kesehatan dan kedeputian pendidikan Kemenko PMK memutuskan untuk membatalkan wacana sekolah daring tersebut. pasalnya pembelajaran daring disimpulkan belum dibutuhkan sekarang ini.
"Bahwa di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa," kata Menko PMK Pratikno, dilansir dari Liputan6.

Selain itu, Pratikno mengatakan keputusan ini sesuai dengan koordinasi bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) dan Menteri Agama (Menag). Pratikno juga sempat menyebut memang pernah ada diskusi soal kemungkinan metode hybird pembelajaran daring dan luring. Namun, pembelajaran daring tidak menjadi suatu urgensi sekarang ini.
"Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama," jelas Pratikno.
Sementara itu, munculnya ide sekolah daring sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional dan menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Rencana ini sempat dikaji bersamaan dengan skema kerja fleksibel (Work From Anywhere/WFA) bagi ASN. (ND)