logo shopcumi
  • Viral
  • 4 jam yang lalu

Protes Pemadaman Listri, Kantor PLN Dipenuhi Ribuan Bangkai Ayam Mati

Image Source :

































Kantor PLN UP3 Palangka Raya mendadak dipenuhi ribuan bangkai ayam mati. Bukan tanpa alasan, ini merupakan aksi protes masyarakat setempat terhadap pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Tengah. Massa yang merupakan gabungan dari Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap (GPG) juga menyegel sementara Kantor PLN UP3 Palangka Raya di Jalan Ahmad Yani, Rabu (29/7/2026).

Disebutkan bahwa aksi protes ini dilakukan lebih besar dibanding sebelumnya. Bukan hanya memasang spanduk yang bertuliskan "Kantor Ini Disegel Masyarakat" di pintu gerbang kantor PLN, masyarakat juga bangkai ayam di halaman hingga badan jalan sebagai simbol kerugian yang dialami para peternak akibat pemadaman listrik yang berulang dalam beberapa pekan terakhir.

"Anak buah menangis karena kehilangan ayamnya, kehilangan gaji. Seandainya penderitaan ini ada di bapak, seperti apa sakitnya bapak," kata salah satu peternak yang merupakan peserta aksi protes.


Ketua Pinsar Kalimantan Tengah, Andi Bustan, mengatakan sebagian besar peternakan ayam modern di daerah ini menggunakan sistem kandang tertutup (close house) yang seluruh operasionalnya bergantung pada listrik. Oleh karena itu, pemadaman listri yang berulang sangat berpengaruh terhadap kehidupan para peternak.

"Kalau kondisi ini terus dibiarkan, peternak bisa kolaps. Harga ayam sudah jatuh, sekarang ditambah sering mati lampu. Ayam yang dipelihara selama 40 hari justru mati menjelang panen," ujar Andi.

Andi menjelaskan bahwa ada sekitar 90 persen kandang ayam di Kalimantan Tengah yang merupakan kandang close house. Akibatnya, listrik padam selama lima menit saja dapat menyebabkan ribuan ayam mati karena sistem ventilasi berhenti beroperasi.

Jika satu kandang berkapasitas sekitar 40 ribu ekor ayam berpotensi mengalami kerugian hingga Rp360 juta jika terjadi kematian massal. Bila gangguan listrik terjadi di banyak kandang, total kerugian bisa mencapai miliaran rupiah.

"Bukan hanya peternak yang rugi. Perusahaan juga terdampak. Kalau produksi terus menurun, pasokan ayam akan berkurang dan harga di pasaran bisa melonjak," katanya.

Meski setiap kandang telah dilengkapi genset, namun penggunaan genset bukan solusi jangka panjang karena membutuhkan solar dalam jumlah besar, sementara sebagian besar lokasi peternakan berada jauh dari SPBU. (ND)

related articles
Klarifikasi ADOR Soal Kontrak NewJeans Usai Unggah Video di Hari Perayaan Debut

  • Seleb News
  • 1 minggu yang lalu
BIGBANG Siap Gelar Konser Tur untuk Perayaan Ulang Tahun, Fix Mampir Jakarta

  • Seleb News
  • 2 minggu yang lalu
Makin Dekat, Kevin Gusnadi Ikut Rayakan Ultah Ayah Ayu Ting Ting

  • Seleb News
  • 1 bulan yang lalu