Image Source : Tribbun
Ratusan sejata belum lama ini ditemukan di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan. Terkait hal ini, pihak kepolisian masih akan menyelidiki lebih lanjut.
Walau begitu, pihak yayasan sempat mengungkapkan bahwa ada satu ruangan lain yang menyerupai bunker yang hingga kini belum berhasil dibuka. Ruangan itu masih terkunci rapat sehingga pihak sekolah memilih meminta pendampingan Polres Metro Jakarta Selatan.
"Karena masih ada ruangan yang belum bisa kami buka. Kami berharap ruangan itu yang berbentuk seperti bunker agar segera ditindaklanjuti oleh kepolisian untuk dibuka. Kami berharap tidak ada lagi senjata yang bisa ditemukan di sana," kata Hermawanto, kuasa hukum yayasan.
Bukan tanpa alasan, Hermawanto khawatir masih ada senjata atau barang terlarang lain yang tersimpan di dalam ruangan tersebut. Namun, Hermawanto mengungkapkan bahwa seluruh proses pembukaan ruangan akan dilakukan bersama polisi karena yayasan tak memiliki akses terhadap sejumlah ruangan sejak mantan Ketua Yayasan berinisial IWD diberhentikan.
"Kami ingin bunker ini juga dibuka. Kami akan meminta kepada aparat untuk tolong bantu kami membuka ruangan ini karena kalau kami sendiri khawatir ada risiko hukum," katanya.

Di sisi lain, pendampingan dari pihak kepolisian ini sehubungan dengan pembukaan ruangan yang dilakukan dua kali sebelumnya justru berujung pada penemuan barang-barang yang diduga berkaitan dengan tindak pidana. Disebutkan bahwa yayasan menemukan 995 pucuk senjata, amunisi, dan berbagai aksesori senjata pada 10 Juli hingga 11 Juli 2026.
Kemudian saat pendampingan polisi, yayasan kembali menemukan komponen senjata, peluru, alat pembuat amunisi, barang yang diduga narkotika, serta puluhan CD porno. Temuan itu saat membuka ruangan lain pada Rabu, 5 Agustus 2026 malam. Oleh karena itu, pihak yayasan berharap polisi segera membuka ruangan yang menyerupai bunker itu sekaligus menuntaskan penyelidikan.
"Kami ingin kepolisian sangat serius, transparan dan profesional memproses perkara ini. Karena senjata ini berkaitan dengan keamanan nasional dan bisa berbahaya bila disalahgunakan," kata Hermawanto.
Di sisi lain, Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung, mengungkapkan bahwa memang perlu dilakukan penyisiran menyeluruh terhadap seluruh ruangan yang selama ini tertutup. Hal ini penemuan ratusan senjata tersebut. Dia juga mengaku heran ruangan yang berada di lingkungan sekolah itu justru menyimpan perlengkapan yang diduga berkaitan dengan senjata api.
"Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?" ujarnya. (ND)