Image Source : ilustrasi AI
Seiring dengan meningkatnya efek pemanasan global yang kian terasa, siklus musim memang semakin kabur. Jadwal musim hujan dan musim kemarau, semakin sukar diprediksi dengan cermin masa lampau. Belum lagi, ketika membahas fenomena iklim El Nino dan La Nina, yang sangat berpengaruh pada pola cuaca, curah hujan, dan suhu di seluruh penjur bumi. Sama halnya, dengan di Indonesia.
Tentunya, fenomena iklim ini tidak datang tanpa membawa efek yang cukup terasa bagi masyarakat. Pasalnya, cuaca ekstrim akibat pancaroba maupun fenomena iklum El Nino dan La Nina, seringkali membuat kesehatan masyarakat menurun. Penyakit-penyakit termasuk ISPA serta Diare, kerap kali mengikuti dan menjamur di masyarakat.
Menanggapi hal itu, praktisi keseharan masyarakat, dr. Ngabila Salama pun hadir memberikan tips dan trik kepada masyrakat, untuk menjaga kesehatan di tengah fenomena iklim yang tak menentu. Hal yang paling utama ditekankan oleh dr. Ngabila, adalah konsumsi air putih yang lebih banyak dari biasanya. Tepatnya, satu liter lebih banyak dari sebelumnya.
"Pastikan kita minum sebelum haus. Itu yang penting. Kalau biasanya kita minum 2 sampai 3 liter per hari dengan kita lagi kemarau, ekstrem atau beraktivitas di luar gedung bisa 3 sampai 4 liter per hari. Naik sekitar 1 liter" Ucap dr. Ngabila dalam acara podcast Special Interview di kanal Youtube Cumicumi

Dokter Ngabila juga berpesan kepada masyarakat, untuk tidak sembarangan dalam mengkonsumsi air putih. Terlebih lagi, bila air putih dikonsumsi secara langsgung dan dengan jumlah banyak. Alih-alih memberikan dampak yang baik, dr. Ngabila menjelaskan kalau cara itu justru membuat air putih terbuang sia-sia, ketika buang air kecil.
"Dan minumlah sedikit-sedikit sebelum haus. Karena kalau kita minum langsung satu botol segini nih setengah jam yang ada cuma pipis doang dan kita tetap tetap dehidrasi" sambungnya

Sebaliknya, air putih baiknya dikonsumsi secara berkala, dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Contohnya, dengan 10 kali meminum air putih dengan ukuran 250 cc. Dari masukan itulah, dr. Ngabila memberikan masukan yang cukup unik. Yakni, kepada masyarakat muslim untuk meminum segelas air putih, setiap hendak dan pasca menunaikan ibadah Shalat.
"Kalau saya gampangnya ya kalau mau minum 2 sampai 3 liter per hari saya sering anjurkan kepada pasien-pasien terutama yang muslim itu satu gelas sebelum dan sesudah Sholat, dengan gelas yang 250 cc 10 kali satu gelas sebelum dan sudah Sholat dengan jeda yang baik seperti itu. Itu 2,5 liter pasti tercapai" lanjutnya
Saran itu, tak hanya diberikan oleh dr. Ngabila kepada pemeluk agama Islam. Pasalnya, dr. Ngabila merasa masyarakat non-muslim juga dapat mengaplikasikan hal serupa, dengan meminum air putih tiap kali melihat rekan kerja menunaikan ibadah Shalat.
"Saya juga saya juga menganjurkan
kepada yang non muslim seperti itu. Ikuti waktu-waktu Sholat" tutupnya