Image Source : istimewa
Laut biru, pasir putih menghampar sepanjang hampir 2 Km adalah suguhan alam nan indah Pantai Oesina di Desa Lifoleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur.
Berada 26 KM dari pusat Kupang, Ibu Kota Propinsi NTT, Oesina seperti primadona desa yang sedang ranum-ranumnya. Pada musim tertentu Oesina menjadi tempat favorit bagi para peselancar baik lokal maupun mancanegara.
Di sepanjang pinggir pantai tumbuh pepohonan Asam Londo, yang oleh warga lokal dikenal sebagai pohon duri. Tumbuh rimbun meski di musim kemarau, pohon duri menjadi payung alam yang memberikan keteduhan bagi para pengunjung di bawah langit Oesina yang terik.
Selain rerimbun Asam Londo, di sepanjang pantai juga berjejer sejumlah lopo (saung) sebagai tempat bernaung santai bagi para pengunjung. Dan bila dahaga menerpa, sejumlah pedagang kelapa muda siap menyegarkan tenggorokan. Harganya pun sangat bersahabat, Rp. 10.000 per buah.

Nama Oesina sendiri memiliki arti historis bagi warga setempat. Pada jaman dahulu Oesina merupakan tempat berlabuh kapal-kapal saudagar China yang hendak berdagang di Pulau Timur. Sejak itu, pantai ini dinamakan Oesina, oe dalam bahasa lokal berarti sungai, dan sina berarti China.
Dalam perjalanan, Pantai Oesina diketahui memiliki potensi besar dalam pengembangan dan budidaya rumput laut. Dan kini, Oesina, tempat dulu para saudagar dari Tiongkok melabuhkan kapalnya, kini jadi salah satu pusat budidaya rumput laut di Pulau Timur.
Upaya budidaya rumput laut ini dimulai pada masa pemerintahan Jokowi. Dan mungkin karena jejak sejarah itu pula, Oesina menjadi titik pertama kegiatan safari kebangsaan Jokowi di NTT. (vibes)