Image Source : Tribunews
Belakangan jagat maya tengah dihebohkan dengan terungkapnya kisah seorang wanita berinisial Yunita Sri Rezeki (29) yang disekap oleh kekasihnya, Taufik Hidayat (29), selama 3 tahun di wilayah Cileunyi, Kabupaten Bandung. Mirisnya, ketika ditemukan, kondisi wanita tersebut sangat memprihatinkan sehingga membutuhkan perawatan intensif.
Melanie Silviani, kakak korban menyampaikan bahwa adiknya kini mengalami luka berat yang menyebabkan gangguan penglihatan, bibir robek, kesulitan berbicara, hingga tidak mampu berjalan secara normal. Saat ini, YTR masih menjalani perawatan di RSU Pusat Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

"Baru dibersihkan luka-lukanya yang terinfeksi, terutama di bagian kepala dan wajah yang masih mengeluarkan cairan nanah. Penanganan lebih lanjut dan operasi untuk memperbaiki struktur wajah yang rusak baru bisa dilakukan setelah kondisinya membaik," jelas Melanie.
Diungkapkan oleh Melanie, adiknya sempat menutupi kejadian sebenarnya. Saat ditanya dokter mengenai asal luka, YTR pun mengaku terjatuh di kamar mandi. Namun seiring berjalannya waktu, korban akhirnya mengakui bahwa luka-luka itu didapatkan akibat penyiksaan yang dilakukan oleh kekasihnya.

"Kata pertama yang diucapkannya setelah sadar adalah minta maaf. Ia sempat takut dan menutupi semuanya, tapi akhirnya mau bercerita apa yang sebenarnya terjadi," papar Melanie.
Adik kandung korban, Syahrul Ulum (26), menceritakan bahwa kakaknya itu mulai meninggalkan rumah sejak tahun 2023 setelah berkenalan dengan seorang pria dalam sebuah acara konser di Kota Bandung, Jawa Barat. Selama tiga tahun, korban meyakinkan keluarganya bahwa dirinya dalam keadaan baik-baik saja dan sedang bekerja di luar kota.

"Kaget aja, setahu keluarga kan Teteh itu kerja di Jakarta. Jadi kita ini selama tiga tahun teh dikelabui sama si pelaku. Jadi Teteh teh selama tiga tahun menghilang itu tidak boleh pegang ponsel," ujar Syahrul.
Atas kejadian ini, keluarga korban telah melaporkan pelaku ke Polda Jawa Barat pada Jumat, 12 Juni 2026. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta lengkap kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan tersebut. (ND)