Image Source :
Liburan yang seharusnya menjadi momen indah justru berubah menjadi tragedi. Sepasang suami istri asal China meninggal dunia saat melakukan aktivitas snorkeling di perairan Pulau Kelor, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Rabu (15/7).
Kedua korban diketahui mengikuti open trip menggunakan kapal wisata Rinca Story bersama tujuh wisatawan lainnya. Total terdapat sembilan penumpang dalam perjalanan wisata tersebut.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, pasangan wisatawan itu telah turun ke Pulau Kelor sebelum memutuskan snorkeling di sekitar perairan.
"Korban turis China dua orang," kata Stephanus.
Tak lama setelah masuk ke laut, keduanya dilaporkan tenggelam. Tim SAR gabungan segera melakukan evakuasi dan membawa kedua korban ke rumah sakit di Labuan Bajo. Namun, nyawa keduanya tidak berhasil diselamatkan.
Stephanus menegaskan kejadian tersebut bukan merupakan kecelakaan pelayaran, karena seluruh penumpang sudah turun dari kapal ketika insiden terjadi.
"Mereka sudah turun ke pulau," ujarnya.
Pulau Kelor merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan yang mengikuti paket island hopping dari Labuan Bajo. Perairannya dikenal jernih dan menjadi lokasi populer untuk snorkeling maupun berenang.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kedua wisatawan tersebut tenggelam. Belum ada keterangan resmi mengenai kondisi arus laut, penggunaan pelampung, maupun faktor medis yang mungkin berperan dalam insiden tersebut.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas wisata bahari, meski terlihat menyenangkan, tetap memiliki risiko. Wisatawan diimbau selalu mengikuti arahan pemandu, memperhatikan kondisi laut, serta menggunakan perlengkapan keselamatan selama berada di perairan.(Giostanovlatto)