Image Source : Instagram
Memiliki keterbatasan dalam penglihatan nampaknya tidak menjadi penghalang bagi Ainun, seorang guru di SLB Negeri Tasikmalaya, untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Pasalnya, Ainun belum lama ini diketahui baru saja menyelesaikan studi S2 Pendidikan Khusus di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Menariknya, Ainun sebelumnya juga sempat menempuh pendidikan S1 Pendidikan Sejarah di kampus yang sama dan resmi diwisuda. Perjalanan kuliah Ainun dari S1 hingga S2, menjadi cerita yang sarat pelajaran tentang ketekunan, perkembangan teknologi, dan harapan untuk lingkungan kampus yang lebih ramah bagi semua mahasiswa.
Melansir laman Instagram @.lambegosiip, Ainun menuturkan bahwa keputusannya melanjutkan S2 berangkat dari pengalamannya mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) sejak awal karier. Meski berlatar belakang S1 Pendidikan Sejarah, namun Ainun tetap berkeinginan untuk mengabdi sebagai guru di SLB.
Oleh karena itu, ketika kesempatan untuk kuliah S2 datang, Ainun pun memilih Pendidikan Khusus, yang dahulu dikenal dengan nama Pendidikan Luar Biasa (PLB). Ainun pun berharap latar belakang pendidikannya sejalan dengan bidang pekerjaan yang dijalani sehari-hari.
"Makanya sekarang ada kesempatan ngambil S2 di pendidikan khusus biar sesuai dengan lapangan kerjanya, tempat kerjanya," ujar Ainun.
Di sisi lain, Ainun tak menampik bahwa saat menempuh pendidikan S1 sekitar 20 tahun lalu adalah masa yang cukup berat. Saat itu, dia masih berusia muda dan teknologi pendukung bagi penyandang disabilitas netra belum seperti sekarang. Komputer bicara maupun laptop dengan pembaca layar belum tersedia, sehingga Ainun masih bergantung pada reader atau orang lain untuk membacakan materi.
Bukan hanya itu, Ainun juga harus menghadapi persoalan keluarga yang membuatnya agak kewalahan dalam menjalani perkuliahan. Beruntungnya, kondisi berubah saat dirinya menempuh pendidikan S2.
Ainun bisa menggunakan laptop dengan pembaca layar NVDA sehingga bisa mengetik dan mengerjakan tugas secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada bantuan reader atau orang yang melihat. Kemajuan teknologi ini membuat proses belajarnya jauh lebih leluasa dibandingkan dua dekade sebelumnya.
Sementara itu, Ainun diketahui menempuh S2 melalui kelas kerja sama dengan sistem pembelajaran campuran (blended learning), yakni daring dan luring. Sebagian besar perkuliahan berlangsung secara daring, sedangkan pertemuan luring di kampus hanya beberapa kali dalam satu semester. (ND)