logo shopcumi
  • Lifestyle
  • 4 jam yang lalu

Influenza: Dianggap Remeh di Indonesia, Merenggut Nyawa di Luar Negeri

Image Source : Ilustrasi AI

































Di Indonesia, penyakit Influenza atau sering disapa dengan sebutan flu, tidak jarang dianggap sebagai penyakit yang sepele. Tiap kali ada rekan kerja atau bahkan sanak keluarga yang memilih tidak menghadiri sebuah agenda lantaran terkena penyakit flu, respon yang muncul seringkali senada. "Halah, cuma flu aja". Guna menanggapi serta memberikan edukasi soal fenomena ini, praktisi kesehatan masyarakat, dr. Ngabila Salama, sontak memberikan penjelasan.


Ia menjelaskan, penyakit flu memang sudah terbilang terlalu sering ditemui, dan akrab di kehidupan masyarakat. Sampai-sampai, masyarakat Indonesia tampak terlena serta lupa, kalau flu tetaplah sebuah penyakit. Sikap masyarakat Indonesia yang cenderung meremehkan flu, sejatinya memiliki alasan yang cukup kuat. Mengingat letak Indonesia yang berada di wilayah dengan iklim tropis, serta banyaknya virus yang kadung mengotori tubuh mereka terlebih dahulu.


"Orang Indonesia tuh sebenarnya sudah banyak banget virus kuman yang sudah masuk ke dalam tubuhnya. Jadi kalau saya bilang ya udah jorok bangetlah kayak gitu. Tapi memang dibantu dengan negara yang tropis ya" ucap dr. Ngabila Salama, di acara podcast Special Interview Kanal Youtube Cumicumi


Baca Juga: Heat Exhaustion & Heat Stroke: Ancaman Serius di Balik Panas Terik Matahari

 

Setiap 2 sampai 3 bulan sekali, masyarakat Indonesia seringkali mengalami batuk, demam, maupun tenggorokan yang terasa tidak enak. Hingga akhirnya, flu dianggap sebagai penyakit biasa oleh banyak orang. Padahal di luar negeri, penyakit flu sebenarnya memberikan efek yang besar. Bahkan, terdapat penderita yang harus kehilangan nyawa, akibat berbagai virus Influenza.

 

"Kalau kita bicara di luar negeri di Eropa itu banyak sekali orang yang meninggal karena Pneumonia akibat virus, virus influenza, Parainfluenza, Rhinoviruses, dsb. Jenis-jenis virus influenza A atau influenza B. Tetapi di Indonesia kita nih udah batuk pilek bisa sebulan sekali, 2 bulan sekali, 3 bulan sekali Jadi sebenarnya di dalam tubuh kita sudah ada" lanjutnya

 

Untuk menanggulangi rentannya tubuh mereka terhadap virus Influenza, banyak negara yang bahkan sampai mewajibkan adanya vaksin flu. Terutama, kepada kelompok rentan seperti ibu hamil hingga  balita.  Pemberian Vaksin flu dilakukan satu tahun sekali, dan terkadang dilakukan bersama dengan vaksin tipes yang dianjurkan dilakukan 6 bulan sekali.

 

"Vaksin Flu dan Vaksin Tipes ya tentunya. Karena kalau Vaksin Flu itu kan 1 tahun sekali kita berikan untuk usia 6 bulan ke atas. Terutama kelompok rentan, bayi, balita, ibu hamil, lansia, orang dengan komorbit, hipertensi, DM gitu. Kalau tipes itu bisa diberikan satu kali untuk seumur hidup usia 6 bulan ke atas untuk mencegah tipes tadi agar kita kalau jajan sembarangan kaki lima enggak mencret-mencret atau ada makanan yang enggak bersih kita enggak mencret-mencret kayak gitu" sambungnya lagi


Baca Juga: 6 Langkah Cuci Tangan! Tameng Sederhana Cegah 90% Penyakit Pencernaan & Pernapasan

 

Dokter Ngabila sendiri, sebenarnya merupakan salah satu bukti nyata, dari keberhasilan vaksin flu. Ia bercerita, kalau buah hatinya di rumah terbilang jarang terkena penyakit flu. Bahkan sekedar mengkonsumsi obat parasetamol atau obat pereda lainnya saja, hampir tidak pernah dilakukan olehnya.

 

"Itu sangat bermanfaat sekali ya. Misalnya contohnya kalau saya pribadi, saya sudah 3 sampai 4 tahun terakhir selalu kasih vaksin full usia 6 bulan ke atas untuk anak-anak saya. Biasanya anak saya sakit 2 bulan, 3 bulan sekali ya ke dokter anak. Sekarang hampir enggak pernah sama sekali. Minum obat Paracetamol, pereda panas di rumah pun itu sudah enggak pernah terpakai kayak gitu. Karena itu karena vaksin itu usia 6 bulan ke atas" tuturnya

 

Dalam kesempatan ini, dr. Ngabila pun mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih terbuka dalam vaksinasi flu. Mengingat selama satu tahun lamanya, diri kita terlindung dari penyakit flu. Memang, ada harga yang harus dikeluarkan, tetapi dengan begitu, kita tak perlu lagi mengucurkan dana demi pengobatan.

"Jadi, satu vaksin flu itu setara dengan satu porsi stik. Tetapi perbedaannya ini untuk perlindungan 1 tahun dan padahal kalau kita sakit pun ya kita mengeluarkan uang sebesar vaksin full itu lagi setiap sakit" tutupnya

related articles
Kiat Sehat di Pancaroba Ala dr. Ngabila: Segelas Air Putih Setelah dan Sebelum Sholat

  • Lifestyle
  • 1 hari yang lalu
BUKAN AIB! Dr. Ngabila Salama Ajak Masyarakat Stop Stigma Terhadap Pasien TBC

  • Lifestyle
  • 3 hari yang lalu
Penyidik Polda Metro Jaya Persilahkan Roy Suryo Dan dr. Tifa Tempuh Jalur Hukum Bila Merasa Dikriminalisasi

  • Politik
  • 4 hari yang lalu